Laskar89, sebuah kelompok aktivis online terkemuka, terkenal karena taktik kontroversial dan pandangan ekstremnya. Meskipun sebagian orang mungkin melihat mereka sebagai pendukung kebebasan berpendapat dan pembela komunitas yang terpinggirkan, sebagian lainnya memandang mereka sebagai organisasi berbahaya dan radikal yang menyebarkan kebencian dan menghasut kekerasan.
Didirikan pada tahun 2016, Laskar89 menggambarkan dirinya sebagai kelompok yang berdedikasi untuk melawan ketidakadilan dan penindasan. Mereka telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, termasuk mengadvokasi hak-hak minoritas, individu LGBTQ+, dan perempuan. Namun, metode mereka sering kali dipertanyakan karena mereka sering melakukan pelecehan, doxxing, dan intimidasi online untuk mencapai tujuan mereka.
Salah satu aspek yang paling memprihatinkan dari aktivisme Laskar89 adalah penggunaan ujaran kebencian dan retorika kekerasan. Mereka diketahui menargetkan individu dan organisasi yang tidak mereka setujui, sering kali menggunakan kata-kata yang menghasut dan ancaman kekerasan fisik. Perilaku seperti ini tidak hanya merugikan individu yang menjadi sasaran, namun juga merusak kredibilitas komunitas aktivis yang lebih luas.
Masalah lain dengan Laskar89 adalah kurangnya akuntabilitas dan transparansi. Kelompok ini beroperasi secara anonim, sehingga sulit untuk meminta pertanggungjawaban mereka atas tindakan mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang motivasi dan potensi hubungan mereka dengan kelompok ekstremis.
Terlepas dari kritik ini, Laskar89 terus memiliki pengikut online yang signifikan, dengan ribuan pendukung yang berbagi pandangan dan berpartisipasi dalam kampanye mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang peran aktivisme online dalam masyarakat saat ini dan tanggung jawab individu dan kelompok untuk terlibat dalam dialog konstruktif dan protes damai.
Kesimpulannya, meskipun Laskar89 mengaku berjuang demi tujuan mulia, metode dan retorika mereka telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai sisi gelap aktivisme online. Penting bagi individu untuk mengevaluasi secara kritis tindakan dan pesan kelompok tersebut dan mengupayakan pendekatan yang lebih hormat dan inklusif terhadap perubahan sosial.
